afaf-official

act like a lady, think like a boss #right

Ketika Harga Diri Angkat Bicara

Harga Diri:

Kamu suka sama dia?

Aku:

Suka. Banget.

Harga Diri:

Lalu, kenapa kamu nggak menunjukkan sama dia bahwa kamu suka?

Aku:

Kan udah?

Harga Diri:

Itu belum cukup. Kamu belum pernah ngomongin perasaan kamu yang sebenarnya ke dia kan?

Aku:

Duh! Aku kan perempuan!

Harga Diri:

Terus kenapa?

Aku:

Perempuan itu nggak boleh nembak duluan kan?

Harga Diri:

Siapa yang nyuruh kamu nembak?

Aku:

Jadi gimana dong caranya supaya dia tau perasaanku?

Harga Diri:

Bilang bahwa kamu kangen. Bilang bahwa kamu senang ketika bersama dia.

Aku:

Tapi aku malu...

Harga Diri:

Berarti kamu belum terlalu suka sama dia!

Aku:

Aku suka banget sama dia!

Harga Diri:

Terus, apa yang menahan kamu untuk nggak ngomong soal perasaan ke dia?

Aku:

KAMU!

Harga Diri:

Aku? Kenapa aku? Kamu jangan mikirin aku kalau kamu benar-benar suka sama dia.

Aku:

Nggak apa-apa memangnya? Kamu nggak keberatan?

Harga Diri:

Ya nggaklah! Toh kalian sama-sama belum punya pacar. Toh kamu dikenal sebagai perempuan baik-baik, dan dia juga sepertinya orang baik. Nggak ada salahnya kan, ketika dua orang yang masih sendiri saling suka?

Aku:

Iya sih...

Harga Diri:

Lain kasusnya, kalau dia atau kamu sudah berpasangan. Atau, kamu hanya kepengin sesuatu yang lain dari dia. Atau, dia hanya kamu jadikan cadangan. Itu baru salah.

Aku:

Jadi nggak apa-apa nih, kalau aku bilang kangen sama dia?

Harga Diri:

Nggak apa-apa banget! Malah bagus kan?

Aku:

Gimana kalau dia jadi merasa terganggu setelahnya dan nggak nyaman?

Harga Diri:

Aku percaya dia nggak begitu. Setidaknya, dia jadi bisa mengambil sikap. Juga kamu.

Aku:

Aku nggak siap kalau gara-gara ngomongin perasaanku dia jadi menjauh.

Harga Diri:

Ya nggak apa-apa juga kan? Kamu jadi nggak membuang-buang waktu.

Aku:

Iya juga sih...

Harga Diri:

BTW, lain kali jangan nyalahin aku lagi ya!

Aku:

Hehe. Nggak kok. Kamu itu penting buat aku, makanya aku memperhitungkan kamu, Harga Diri :)

Harga Diri:

Terima kasih untuk itu, tapi ada kalanya kamu nggak usah memusingkan aku, ada kalanya kamu jangan menilai aku terlalu tinggi.

Aku:

Baiklah. Terima kasih untuk masukannya, Harga Diri. Tapi kamu yakin dia nggak akan keberatan dengan perasaanku?

Harga Diri:

Wah, itu sih bukan urusanku lagi. Kamu harusnya menanyakan hal ini kepada saudaraku, Percaya Diri. Bukannya dia seharusnya ada di dalam dirimu ya?

contactmeaisyah:

Amin amin amin – View on Path.

contactmeaisyah:

Amin amin amin – View on Path.

(via amlianisarstyna)

“Lagi-lagi, rinduku sedang berpesta-pora, dan hanya dirimu yang menjadi tamunya.”

—   (via satukatasaturasa)

(Source: satukatasaturasa, via amlianisarstyna)

AllahuAkbar subhanallah begitu mudahnya Allah menciptakan suara indah kaya gini (y)

“thank you for calling”

“sampai bertemu di kemudian hari, entah kapan~”

hai

hello everybody.. this is sunday morning, 
im on the way to pick up my life HAHAHA. satu masalah terselesaikan mari kita berdoa untuk yang selanjutnya. siang ini pengumuman verifikasi STAN. gue cuma bisa berdoa sih semoga gak bentrok sama haflah. karena sebenarnya..
walaupun (katanya) gak ikut haflah adalah solusi untuk saat ini. ayolaaah apa gue salah? i just wanna celebrate my graduation and feel the moment with all my best. a little hug, smile with cry, and take a selfie maybe hahaha.
so pardon … see you soon all my best. muah muah :****

tau ga tujuan orang minta describe? jujur gue gatau haha.cuma ikut ikut orang aja.. tapi minimalnya lo tau penilaian orang ke kita gimana. biar ngaca (padahal gue sering banget ngaca). dan sejauh mana orang mengenal kita wkwkyasudah ini diri gue dari sudut pandang salah satu temen ter so imut gue.. hadinah :D muah
menurut bilatung gue beginii..

bastille-pompeii
kayanya setiap orang yang punya selera musik yang wajar bakal suka lagu ini. liat di voting sih begitu. dengerin aja (y)